Aneh, Stress Kali..!! Gila...! Bajingan..! Buaya..!! Dasar Playboy..!! Muka Badak..!! otak ngeres..!! etc. Umpatan tersebut sudah ga asing terdengar ditelinga ini bila melihat ada sepasang kekasih or suami istri berantem didepan umum. buntutnya kalo ga kedengeran bunyi Brak.!! Pranggg..!! Buk..! Plak..Plak...(hohoho Lebay). disusul dengan suara teriakan maka kita dapat menebak siapa yang jadi pemenangnya bila yang berjalan keluar tergesa-gesa sang lelaki berarti dia yang menang. dan bila si wanita yang lari keluar rumah sambil berteriak tolong bisa diduga darimana sumber suara Plak.! Plak Tadi berasal hohohoho. always the winner lah..
Beberapa tahun belakangan ini penelitian dibidang sains dan kedokteran yang selalu menggunakan model laki-laki mulai berubah dengan menggunakan model wanita. konon katanya ada kepercayaan bahwa siklus menstruasi pada wanita akan mengacaukan data. ah ajiibb.. padahal keunikan atas perbedaan hormon ini yang pastinya mempengaruhi kerja otak dan perilaku masing-masing jenis.
Otak laki-laki dan perempuan berbeda sejak masa kehamilan, sel otak laki-laki memiliki kromosom Y sedangkan otak wanita tidak.
Lelaki memiliki ruang otak 2,5 kali lebih luas yang ditujukan untuk hasrat seksual didalam hipotalamus mereka. pemikiran seksual selalu berkedip-kedip dibelakang korteks visual laki-laki sepanjang pagi dan malam hari. hal ini membuat laki-laki selalu siap untuk peluang seksual. perempuan tidak selalu menyadari penis memiliki pemikirannya sendiri demi alasan neurologis. hubungan asmara penting bagi laki-laki dan perempuan, begitu sirkuit cinta dan nafsu laki-laki berada pada kondisi selaras, dia mudah jatuh cinta, sama halnya dengan perempuan, bahkan lebih dari perempuan. uniknya ketika seorang bayi akan lahir otak laki-laki akan berubah drastis dalam cara tertentu dan dramatis membentuk otak seorang ayah.
laki-laki juga memiliki pusat otak yang lebih besar untuk tindakan yang memerlukan otot dan agresi. area otak untuk melindungi pasangan dan wilayah yang menjadi tindakan utama dimulai pada masa pubertas. masalah struktur kekuatan dan hierarki lebih berpengaruh bagi laki-laki daripada yang disadari perempuan.
Laki-laki juga memiliki pemroses yang lebih besar di inti bidang otak yang paling primitif, yang menyalakan rasa takut dan memicu agresi protektif yaitu "amigdala" ( sekelompok saraf yang
berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal
lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai
bagian dari basal ganglia.
Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan
pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi.
Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.
sumber wikipedia) inilah
mengapa sejumlah laki-laki akan berjuang smapi mati untuk mempertahankan orang
yang mereka cintai, apalagi bila berhadapan dengan kesedihan pasangannya,
bidang otak pemecah masalah dan memperbaiki situainya langsung berpijar.
Kebanyakan
perempuan sangat mengharapkan memiliki bayi perempuan, karena merasa
pengalamannya selama hidup sebagai perempuan maka akan lebih sederhana mereka
merawat dan membesarkan anak perempuan, sebaliknya ketika mereka mengetahui
memiliki bayi laki-laki, ketidak percayaan diri akan muncul seketika. naluri
biologisnya serta merta menentang kehadiran bayi laki-laki, hebatnya perempuan
mampu menekan perasaan itu

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.